ini adalah sebuah cerita yang saya refleksikan dari hidup saya semoga dapat di nikmati :)
Rabu, 10 Mei 2017
Kamis, 04 Mei 2017
Say No To Buy Lipstick Preloved By: Giacinta Rinindya Santana Putri Instagram merupakan social media yang banyak dipergunakan saat ini, baik untuk berkarya maupun berbisnis. Banyak juga bagi mereka yang sudah bosan dengan barangnya dijual dengan harga murah atau yang sering dikenal dengan kata preloved. Preloved istilah yang disampaikan untuk mengatakan second. Preloved tersebut biasanya menjual pakaian, tas, sepatu, dan makeup bekas. Sering kali terjadi pro dan kontra ketika hendak membeli barang tersebut. Namun amankah bila membeli makeup preloved? Dibalik harganya yang murah yang dijual merupakan prodak original. Membeli makeup preloved seperti pelembab, makeup base dan eyeshadow menggunakan tidak menjadi masalah. Namun yang diperhitungkan ketika membeli lipstick preloved. Karena sejauh ini menggunakan lipstick preloved atau menggunakan lipstick bersamaan dengan orang lain akan menimbulkan resiko penyakit. Tiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda maka dari itu menggunakan lipstick bekas juga bisa menimbulkan masalah pada bibir. Masa expired lipstick 6 bulan setelah dipakai, meskipun hanya diswatch tapi bakteri dari kulit si owner sendiri sudah masuk dalam lipstick tersebut. Maka dari itu kenapa kita juga dilarang memakai lipstick secara bergantian Godeliva Yaftoran (23) mahasiswi IISIP Jakarta menggemari berbelanja barang bekas, tetapi soal lipstick ia memilih tidak. “kulit saya cenderung sensitif, saya tahu akan resiko memakai lipstik bersama, untuk urusan makeup saya memilih tidak membeli lipstick preloved lebih baik beli baru.”.
Beauty talk
Kamis, 05 Januari 2017
Trend Make up 2017 versi gue

Jumat, 21 Oktober 2016
Masih adakah keadilan didunia kerja (?)
"aku terpaksa menahan lapar dengan ketiga anakku kemarin,karena aku belum punya gaji" kata seorang karyawati yang bekerja di salah satu studio dibilangan Jakarta.
"aku bertengkar dengan istriku dirumah, karena sudah seharusnya sebagai kepala keluarga aku menafkahinya, aku hanya menunggu apa yang menjadi hakku dari si boss" kata beberapa karyawan yang bekerja disana.
Masih adakah kolonialisme di era reformasi ini?
Adakah keadilan dalam situasi ini., dari pengalaman beberapa teman ini saya tertarik menulis sebuah tulisan yang mungkin bisa membantu mereka dalam memperjuangkan haknya. Entah dimana hati nurani si boss yang seorang pembisnis itu. Disana kami bekerja 8 kali selama enam hari, gaji kami belum semuanya umr.
Mengapa bisa terjadi demikian? Apakah peminatnya kurang bayak?
Hal ini bisa terjadi dikarenakan gaya hidup boss yang mewah, dimana karyawan harus bisa memenuhi keinginannya untuk bisa bergaya, liburan, dan tentunya si boss ingin kehidupan yang "wah" tanpa memikirkan kenyamanan dan kebutuhan karyawannya. Terkadang saya heran apakah ini yang dikatakan Indonesia sudah merdeka 100 persen? Toh nyatanya masih ada orang Indonesia yang berprilaku bak penjajah. Menguras tenaga orang yang membutuhkan pekerjaan,tanpa memikirkan apa yang dibutuhkannya. Apakah ini yang dimaksud adil? . Sesuatu yang bersifat logis menjadi tidak logis dihadapan boss. Memang ia adalah orang yang berwenang mengatur dan menjalankan aturan, tapi apakah itu yang dinamakan seorang boss? Seenaknya memperlakukan karyawannya, tanpa bisa memberikan motivasi, tanpa mengerti apa yang dibutuhkan karyawannya.
Jika berbicara usahanya, usaha yang dijalankan ini sangat menjanjikan kok. Bisa merih omset puluhan juta perbulan apa bila perputarannya baik. Tapi sayang sikap boss yang setiap mendapat uang dialokasikan untuk kepentingannya pribadi membuat usahanya ini sebenarnya sudah bangkrut. Terbukti dengan susahnya membayar gaji karyawan. Ia begitu merampas hak karyawan yang terbilang orang-orang kecil.
Hanya tawa canda yang bisa membuat para karyawan mampu tersenyum dengan ketidakadilan dan keadaan tersebut.
Apakah ini bisa dikatakan sebuah perbudakan di era milenium?
Tuhan sering menyapanya dengan berbagai masalah,tapi dimana letak hati nuraninya apakah sudah terisi dengan lucifer?
Ya kami hanya karyawan perlakukan kami selayaknya karyawan, berikan hak kami diwaktu yang tepat. Jadilah boss yang punya leadership bukan boss yang bisa menyuruh ini itu dengan karyawan tanpa memahami kebutuhan karyawan. Masih adakah boss yang bersifat demikian?
Beginilah tulisan yang bisa mewakilkan suara dan ishak tangis karyawan yang menutut hak dan keadilan. Sudah sewajarnya boss mempertahankan karyawan terbaiknya, tapi sebagai seorang boss pun harus bisa memahami dan membantu apa yang dibutuhkan karyawannya. Manusia tapi tidak bisa memperlakukan orang lain dengan manusiawi,ya mungkin penyebab utamannya adalah keegoisan.
Kamis, 08 September 2016
Long time no see, i am share my job
Senin, 06 Juni 2016
3 rekomendasi eyeliner pen untuk pemula
Packaging eyeliner ini dengan menggunakan bahan plastik, warna putih dengan corak pink yang menonjolkan sisi kewanitaannya. Seperti namanya eyeliner ini ringan dan layak dijadikan eyeliner untuk makeup sehari hari. Teksturnya Smudgeproof, Water Resistance, Quick Drying dan Long Wearing. Eyeliner ini tahan 1-2 jam, dibanrol dengan harga 50ribu rupiah, cukup worth it bukan untuk makeup newbie.






